

Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Balai KSDA Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto menekankan pentingnya integrasi data spasial dan kebijakan dalam menjawab tantangan pelestarian flora dan fauna di tengah pesatnya pembangunan wilayah.
Dalam paparannya, Kepala Balai BKSDA Kaltim menyoroti dua aspek krusial yang menjadi fondasi keberlanjutan ekosistem yaitu Optimalisasi Kawasan Konservasi: Menyajikan data terkini mengenai kondisi, luas, dan tantangan yang dihadapi berbagai kawasan konservasi di Kalimantan dan Penguatan Koridor Satwa: Memetakan jalur migrasi dan pergerakan satwa liar sebagai langkah mitigasi konflik serta menjaga konektivitas ekosistem yang terfragmentasi.
Penyampaian materi ini bertujuan agar setiap perencanaan pembangunan dan kebijakan di masa depan selalu berpijak pada data aktual (evidence-based policy), sehingga pembangunan ekonomi dan kelestarian alam dapat berjalan beriringan.
Workshop ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan forum strategis yang mempertemukan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Pusat & Daerah, Akademisi & Peneliti serta Pemangku Kepentingan (Stakeholders)
Melalui diskusi yang mendalam, diharapkan lahir komitmen bersama untuk memperkuat langkah nyata di lapangan. Sinergi ini menjadi kunci utama agar keanekaragaman hayati Kalimantan tetap terjaga sebagai warisan dunia.
"Melalui workshop ini, kita ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan di Kalimantan tetap memberikan ruang bagi keanekaragaman hayati untuk tumbuh dan lestari. Ini adalah tanggung jawab kolektif demi masa depan kita."
Kegiatan ini ditutup dengan semangat kolaborasi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Dengan kuatnya sinergi lintas sektor, Kalimantan diharapkan tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, tetapi juga tetap menjadi paru-paru dunia yang kaya akan keanekaragaman hayati.





