

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen BKSDA Kalimantan Timur dalam mendukung pelestarian penyu dan ekosistem pesisir, khususnya di kawasan konservasi yang memiliki peran penting sebagai habitat peneluran penyu. TWA Pulau Sangalaki dikenal sebagai salah satu lokasi strategis bagi upaya perlindungan penyu di Kalimantan Timur.
Pelepasliaran tukik dilakukan dengan memperhatikan kondisi alam, keselamatan satwa, serta prinsip konservasi. Tukik yang dilepas merupakan hasil dari upaya perlindungan sarang dan penetasan yang dilakukan melalui pengelolaan kawasan secara berkelanjutan. Setelah dilepas, tukik akan memulai perjalanan alaminya menuju laut lepas sebagai bagian dari siklus hidup penyu.
Melalui kegiatan ini, BKSDA Kalimantan Timur menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kelestarian satwa liar dilindungi dan habitatnya. Konservasi penyu tidak hanya fokus pada pelepasliaran, tetapi juga mencakup perlindungan habitat peneluran, pengawasan kawasan, edukasi masyarakat, serta penguatan kepedulian terhadap ekosistem laut.
Rangkaian Road to HKAN 2026 menjadi momentum untuk memperluas gerakan konservasi alam melalui aksi nyata di lapangan. Pelepasliaran 1.000 tukik di TWA Pulau Sangalaki diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati serta mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.
BKSDA Kalimantan Timur terus mendorong pengelolaan kawasan konservasi yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan. Upaya perlindungan penyu di TWA Pulau Sangalaki menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam memastikan keberadaan satwa dilindungi tetap lestari bagi generasi mendatang





