
SAMARINDA – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama mitra konservasi berhasil menyelamatkan dan mentranslokasikan tiga individu Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang sebelumnya terpantau berada di sekitar permukiman warga. Operasi penyelamatan berlangsung intensif selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Juni 2026.
Keberhasilan ini berawal dari laporan masyarakat yang diterima melalui Call Center BKSDA Kalimantan Timur terkait kemunculan orangutan di dekat aktivitas warga. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim segera melakukan verifikasi dan pengamatan lapangan guna menilai kondisi satwa serta potensi konflik yang dapat terjadi.
Hasil kajian cepat menunjukkan bahwa keberadaan orangutan di lokasi tersebut berpotensi memicu interaksi negatif antara manusia dan satwa liar. Demi menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan kelangsungan hidup satwa yang dilindungi tersebut, Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalimantan Timur bersama Centre for Orangutan Protection (COP) segera melaksanakan operasi penyelamatan.
Pada Jumat (12/6/2026), tim melakukan penyisiran di lokasi dan berhasil mengamankan seekor orangutan betina dewasa yang diberi nama Jengki. Orangutan tersebut diperkirakan berusia sekitar 20 tahun.


Setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan, pada Minggu (14/6/2026) Jengki, Bujay, dan Jaya resmi diberangkatkan menuju lokasi pelepasliaran. Ketiganya kemudian dilepas ke habitat yang dinilai lebih aman, representatif, dan mampu mendukung keberlangsungan hidup mereka dalam jangka panjang.

“Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, mitra konservasi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian satwa liar. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya mitigasi konflik manusia dan satwa,” ujarnya.
Melalui kerja sama yang terus diperkuat, diharapkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar di Kalimantan Timur dapat semakin diminimalkan. Di sisi lain, upaya konservasi Orangutan Kalimantan sebagai salah satu satwa endemik dan kebanggaan Indonesia dapat terus berjalan secara berkelanjutan.






