
PASER — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama tim gabungan terus mengintensifkan upaya pemantauan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Cagar Alam Teluk Adang dan Teluk Apar. Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah api meluas serta melindungi ekosistem rawa dan keanekaragaman hayati di dalam kawasan. Penanganan di lapangan melibatkan sinergi BKSDA Kaltim, Manggala Agni Daops Paser, dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP).
Guna memastikan kesiapan operasional dan menjaga kesehatan petugas, Kepala Balai KSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, meninjau lokasi pada Senin, 31 Agustus 2026. Dalam peninjauan tersebut, beliau mengecek kelengkapan sarana prasarana serta menyerahkan bantuan masker dan tabung oksigen untuk perlindungan personel saat bertugas di tengah paparan asap.

Untuk mengantisipasi potensi api susulan, sebanyak 16 personel gabungan dari Seksi KSDA Wilayah III Balikpapan, Seksi KSDA Wilayah I Berau, Manggala Agni Daops Paser, dan MMP IKN tetap disiagakan. Kesiapsiagaan ini didukung oleh armada dua mobil patroli, dua sepeda motor, dua mesin pompa pemadam, dan selang operasional. Meski operasi pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat berupa akses rawa yang sulit, keterbatasan sumber air, cuaca panas terik, serta angin kencang, BKSDA Kaltim bersama tim gabungan terus bersiaga penuh untuk memantau kawasan konservasi tersebut.
BKSDA Kalimantan Timur beserta seluruh unsur Tim Gabungan terus bersiaga 24 jam untuk melakukan patroli pencegahan dan pengecekan titik panas secara berkala. Kesadaran dan peran aktif masyarakat di sekitar kawasan sangat diharapkan untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.






