
JAKARTA — Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menyerahkan Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026 sekaligus menganugerahkan penghargaan Lomba Inovasi Rimbawan 2026 di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Penghargaan Wana Lestari 2026 diberikan kepada 63 orang teladan dari 20 kategori yang tersebar di lintas Eselon I lingkup Kementerian Kehutanan. Sementara itu, 10 penerima penghargaan Lomba Inovasi Rimbawan 2026 terbagi menjadi dua kategori, yakni Inovasi Satuan Kerja dan Inovasi Individu/Tim. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi pemerintah atas dedikasi dan kontribusi nyata aparatur hingga masyarakat di tingkat tapak dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.
Dalam arahannya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Penghargaan Wana Lestari tidak boleh berhenti sebagai seremonial tahunan semata. Praktik-praktik terbaik yang diraih para pejuang hutan (Forest Heroes) di lapangan harus dipelajari, diadopsi, dan direplikasi secara nasional.
"Para pemenang adalah pusat pembelajaran (center of excellence). Saya minta profil dan praktik baik dari para teladan ini didetailkan agar dapat kita pelajari dan replikasi di tempat lain. Keberhasilan di tapak harus menjadi penggerak transformasi hutan lestari di seluruh Indonesia, yang diukur dari tiga kriteria nyata: peningkatan kesejahteraan masyarakat, konservasi biodiversitas, serta penurunan emisi karbon," tegas Menhut Raja Juli Antoni.
Mengenai Lomba Inovasi Rimbawan 2026, Menhut turut mengapresiasi tingginya partisipasi peserta. Seleksi ketat yang berlangsung selama lima bulan berhasil menyaring 38 proposal inovasi hingga menetapkan 5 karya terbaik untuk masing-masing kategori Satuan Kerja dan Individu/Tim.
Menhut menginstruksikan agar inovasi aplikasi berdaya guna yang dihasilkan tidak berdiri sendiri sebagai sistem baru, melainkan diintegrasikan ke dalam sistem aplikasi resmi Kementerian Kehutanan guna memperkuat efektivitas kebijakan publik.
Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) Kehutanan, Indra Eksploitasia, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini mengalami penguatan signifikan dengan penambahan 6 kategori baru hasil kolaborasi lintas unit Eselon I.
Sebanyak 63 penerima penghargaan terbagi ke dalam beberapa pilar utama yaitu Pilar Pengembangan SDM (BP2SDM) dengan 21 penerima dari 6 kategori, mencakup Penyuluh Kehutanan PNS, Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), Kelompok Tani Hutan (KTH), Pengelola KHDTK, serta dua kategori baru penguat edukasi yaitu Widyaiswara dan Guru SMK Kehutanan serta Pilar Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) 12 penghargaan diserahkan bagi kualifikasi Polisi Kehutanan, PPNS Kehutanan, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Keluarga besar Balai KSDA Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi dan selamat sebesar-besarnya kepada Jatu Kusuma Rahardian, S.Hut. atas dedikasi serta kontribusi nyata yang membanggakan ini.
Capaian ini diharapkan dapat mendorong semangat seluruh insan rimbawan di lingkungan BKSDA Kaltim untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi digital, dan menghadirkan solusi kreatif demi kelestarian alam Indonesia.






