

Gerakan pemulihan ekosistem ini menitikberatkan pada penanganan area yang membutuhkan rehabilitasi agar struktur serta fungsi ekologisnya kembali optimal. Langkah ini krusial untuk memastikan kawasan cagar alam tetap tangguh menghadapi perubahan iklim dan gangguan lingkungan.

Momentum Peringatan HKAN 2026 menjadi pengingat bersama bahwa upaya konservasi tidak sebatas menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati yang tersisa, tetapi juga merawat serta memulihkan ekosistem yang rusak.
"Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa menjaga alam adalah tentang keberlanjutan. Kita tidak hanya melindungi apa yang masih ada, tetapi juga harus aktif memulihkan ekosistem agar tetap mampu menjadi ruang hidup yang aman dan sehat bagi seluruh keanekaragaman hayati di dalamnya," ungkap perwakilan BKSDA Kalimantan Timur.
Melalui Gerakan Pemulihan Ekosistem ini, Balai KSDA Kalimantan Timur terus mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kepedulian terhadap alam. Menjaga kelestarian kawasan konservasi merupakan investasi jangka panjang demi terwujudnya lingkungan hidup yang seimbang dan lestari bagi generasi mendatang.






