

Dalam amanatnya, Kepala Balai KSDA Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto, mengapresiasi dedikasi para pegawai yang menerima penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya. Penghargaan Satyalancana Karya Satya XX diberikan kepada empat pegawai BKSDA Kaltim, yakni Yoyok Sugianto, Mohamad Fahruroji, Witono, dan Puji Mulyanto, sementara penganugerahan Satyalancana Karya Satya X diserahkan kepada Surya Darmawan. Kepala Balai menekankan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar rutinitas kewajiban, melainkan bentuk pengakuan atas pemenuhan berbagai indikator kualitatif, loyalitas, serta integritas pengabdian yang tinggi.
Memasuki sesi pembinaan pegawai, beberapa poin krusial mengenai kedisiplinan dan etika publik turut ditegaskan secara mendalam. Imbauan keras disampaikan agar seluruh pegawai tidak terlibat dalam praktik judi online (judol) yang dapat merusak integritas ASN. Selain itu, menanggapi perhatian publik yang tinggi terhadap aktivitas di dunia maya, ASN diminta untuk ekstra hati-hati dan bijak bermedia sosial. Penggunaan identitas dinas, seperti seragam resmi maupun kendaraan dinas, harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. ASN juga diminta agar tidak melakukan pamer gaya hidup (flexing). Terkait pengembangan karir, pihak struktural juga menyosialisasikan pemetaan Box Talenta yang mengukur Potensi (Sumbu X) dan Kinerja (Sumbu Y) pegawai guna mendukung penerapan sistem merit secara transparan.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelepasan alih tugas bagi Prajoko. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai menyampaikan ucapan terima kasih mendalam atas dedikasi dan kerja sama yang terjalin selama ini, khususnya dalam mengawal dinamika serta penugasan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Keluarga besar Balai KSDA Kalimantan Timur turut mengucapkan selamat dan sukses kepada Prajoko, sebagai Koordinator Pengadaan Barang/Jasa (PPBJ) di Biro Umum, Kementerian Kehutanan Lingkup Kalimantan Timur.
Melalui momentum pembinaan dan penganugerahan ini, diharapkan seluruh jajaran BKSDA Kalimantan Timur dapat terus meningkatkan standar kinerja, menjaga integritas korps, serta memperkuat koordinasi tata kelola konservasi di wilayah Kalimantan Timur.





