
BERAU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu ancaman utama yang berpotensi merusak ekosistem hutan serta mengancam keberlangsungan hidup satwa liar yang dilindungi di wilayah Kalimantan Timur. Merespon situasi dan dinamika perubahan iklim di lapangan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur (BKSDA Kaltim) melakukan tindakan korektif dan responsif dengan menggelar kegiatan pengendalian karhutla intensif di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, pada kurun waktu 13 hingga 18 September 2026.
Fokus kegiatan pengendalian dan mitigasi bencana kebakaran ini pada dua titik krusial di wilayah Teluk Bayur, yakni kawasan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Labanan serta area pemulihan satwa milik Centre for Orangutan Protection (COP). Kedua kawasan ini memiliki nilai penting sebagai benteng konservasi dan habitat tempat perlindungan berbagai jenis satwa liar, termasuk orangutan.

Dalam merealisasikan penanganan karhutla yang efektif, BKSDA Kaltim mengedepankan asas kolaborasi dan sinergi lintas institusi. Pelaksanaan operasi lapangan ini melibatkan koordinasi erat bersama Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Wilayah V, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, serta mitra konservasi dari Centre for Orangutan Protection (COP).
Kehadiran tim gabungan ini membuktikan bahwa penanganan bencana karhutla memerlukan kesiapan fisik, ketepatan data, serta respons yang cepat dari berbagai elemen. Kerja sama antarlembaga dan partisipasi aktif para mitra di lapangan menjadi kunci utama dalam memastikan setiap ancaman kebakaran dapat ditanggulangi sedini mungkin.
Melalui upaya dan sinergi yang berkelanjutan ini, BKSDA Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas kawasan hutan dan melindungi keanekaragaman hayati Kalimantan Timur dari ancaman karhutla. BKSDA Kaltim juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sekitar kawasan hutan, untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan, menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, serta segera melaporkan potensi titik api kepada petugas terdekat.






