

Rangkaian giat selama tiga hari tersebut menyasar sejumlah instansi strategis dan wilayah rawan guna memastikan kesiapan penanggulangan bencana dari hulu ke hilir. Awal kegiatan dimulai dengan kunjungan Tim Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan ke kantor BKSDA Kaltim untuk penyamaan persepsi. Selanjutnya, personil BKSDA Kaltim (SKSDA Wil. II), Zainul Robiansyah, bersama tim Dalkarhut bertolak ke Kantor BPBD Kutai Kartanegara di Tenggarong.Tim diterima langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Bapak Setianto Aji, beserta jajaran. Pertemuan ini menghasilkan beberapa poin krusia yaitu mendorong pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat kecamatan guna membahas penanggulangan kekeringan dan bahaya karhutla di Muara Kaman, membuat rencana pelibatan multi-pihak dalam kampanye pencegahan karhutla berupa penyelenggaraan Apel Siaga Karhutla tingkat kecamatan yang direncanakan pada bulan Juli 2026 (jadwal definitif sedang diselaraskan).
Keesokan harinya Tim melanjutkan koordinasi ke Kantor Kecamatan Muara Kaman dan disambut oleh Sekretaris Kecamatan, Bapak Awang. Mengingat wilayah Muara Kaman menjadi salah satu atensi khusus akibat riwayat karhutla tahun lalu, pihak kecamatan menyambut baik rencana Rakor Karhutla tingkat kecamatan serta agenda edukasi yang akan menyasar generasi muda.Pada hari yang sama, tim mengunjungi SMA Negeri 1 Muara Kaman untuk mematangkan rencana sosialisasi. Setelah berdiskusi dengan Kepala Sekolah, disepakati komitmen bersama:Waktu Pelaksanaan Rabu, 15 Juli 2026, pukul 10.00 WITA bersamaan dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) / Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ajaran baru dengan materi Sosialisasi pencegahan karhutla dan pengenalan daerah konservasi oleh tim gabungan (Balai Dalkarhut, BKSDA Kaltim, dan BPBD Kukar).
Selain koordinasi administratif, tim juga melakukan patroli lapangan guna memeriksa kondisi riil daerah rawa di bagian tengah Kawasan Cagar Alam Muara Kaman Sedulang.Status Ancaman Karhutla: Rendah (Siaga Ringan)Berdasarkan pantauan visual, cuaca di lokasi terpantau cerah selama seminggu terakhir dengan intensitas hujan yang sangat minim. Meski demikian, level air di Sungai Kedang Rantau dilaporkan masih tinggi. Kondisi ini membuat area rawa-rawa di tengah kawasan masih terisi air dan dapat diakses menggunakan perahu, sehingga potensi ancaman karhutla saat ini terpantau masih rendah.Pemerintah dan instansi terkait mengimbau seluruh lapisan masyarakat di sekitar kawasan cagar alam untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, demi menjaga kelestarian ekosistem rawa dan keanekaragaman hayati di CA Muara Kaman Sedulang.





