
SAMARINDA – "Tahukah kamu? Konservasi tidak hanya dimulai saat kita berada di hutan. Konservasi dimulai dari kepedulian, kemauan untuk belajar, dan keberanian mengambil peran dalam menjaga kelestarian alam."
Semangat mendalam itulah yang menjadi landasan utama pelaksanaan kegiatan Pembentukan Kader Konservasi yang digelar selama tiga hari, pada 18–20 Juni 2026. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk membekali para generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman nyata yang akan menjadi bekal berharga dalam mendukung upaya pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
Sebanyak 20 orang pencinta alam yang merupakan perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas di Kalimantan Timur (Kaltim) berkesempatan mengikuti pelatihan intensif ini. Mereka dipersiapkan untuk menjadi motor penggerak aksi pelestarian lingkungan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Untuk memastikan materi yang disampaikan berbobot dan aplikatif, pelatihan ini menghadirkan para pelatih dan instruktur ahli di bidangnya, yang berasal dari kolaborasi berbagai instansi dan lembaga yaitu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Korwil Kaltim dan Yayasan Jejak Pulang
Selama rangkaian kegiatan, seluruh peserta mendapatkan kombinasi pembelajaran yang seimbang antara teori dan praktik. Di dalam kelas, para peserta dibekali dengan berbagai materi krusial, antara lain dasar-dasar konservasi dan ekologi, pengenalan kekayaan flora dan fauna Indonesia (khususnya Kalimantan Timur) dan potensi dan pengelolaan wisata alam
Tidak berhenti di ruang kelas, pengetahuan teoritis tersebut langsung diterapkan melalui praktik lapangan. Bertempat di KHDTK Samboja dan dibimbing oleh Tim BKSDA Kaltim dan Yayasan Jejak Pulang, para peserta diajak melakukan pembuatan plot vegetasi serta melakukan pengenalan langsung terhadap berbagai jenis flora dan fauna di habitatnya.
"Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh ilmu secara kognitif, tetapi juga diajak memahami bahwa konservasi memerlukan kolaborasi, kepedulian, dan aksi nyata dari berbagai pihak."
Setiap langkah kecil yang diinisiasi oleh para kader muda ini hari ini, diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya besar dalam menjaga kelestarian alam Kalimantan Timur, baik untuk masa kini maupun bagi generasi yang akan datang.





