
SAMARINDA – Dalam upaya memperkuat pengelolaan wilayah konservasi dan menjaga kelestarian ekosistem penting, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur menggelar kegiatan Desk Study Potensi Areal Preservasi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan yang dihadiri oleh 25 peserta berlangsung di Hotel Harris, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, pada Kamis (02/07/2026) ini bertujuan untuk menghimpun data dan informasi sekunder yang komprehensif sebagai landasan penyusunan dokumen perencanaan kawasan preservasi bernilai keanekaragaman hayati tinggi.
Kegiatan ini menjadi langkah krusial dalam menyatukan persepsi serta membangun sinergi multipihak guna mengidentifikasi kondisi umum wilayah yang memiliki potensi pelestarian. Melalui pendekatan akademis dan praktis, data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, laporan berkala, data statistik, studi pustaka, serta peta wilayah internal maupun eksternal dikaji secara mendalam guna memetakan luas serta lokasi indikatif areal preservasi.
Dalam sambutannya, Dheny Mardiono Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA menyampaikan bahwa output yang diharapkan dari agenda ini tidak hanya sekadar pengumpulan data, melainkan juga tersampaikannya arah kebijakan preservasi yang jelas kepada seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah resmi untuk mendokumentasikan masukan, tanggapan, serta rekomendasi taktis dari para pihak guna menyusun Rumusan Hasil Desk Study yang solid

Keterlibatan aktif tingkat tapak juga ditunjukkan dengan hadirnya perwakilan Kecamatan Samboja. Sementara itu, perspektif konservasi satwa didukung penuh oleh kehadiran lembaga mitra seperti Yayasan BOS Samboja Lestari dan Yayasan RASI (Rare Aquatic Species of Indonesia). Fokus diskusi dalam forum ini menyoroti dua habitat krusial di wilayah Kutai Kartanegara, yaitu preservasi habitat Orangutan di daratan yang dipaparkan oleh Yayasan BOS Samboja Lestari, serta preservasi habitat Pesut Mahakam beserta satwa air dilindungi lainnya oleh Yayasan RASI. Keseimbangan ekosistem darat dan perairan ini menjadi indikator penting dalam menjaga kekayaan hayati Kutai Kartanegara secara berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan Desk Study ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi di antara seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi aktif ini dinilai krusial agar penyusunan dokumen perencanaan inventarisasi dan verifikasi kawasan dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi dapat berjalan secara representatif, transparan, dan partisipatif. Acara kemudian ditutup dengan sambutan Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto dan dilakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Desk Study Potensi Areal Preservasi Kabupaten Kutai Kartanegara oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, Balai KSDA Kalimantan Timur, Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kutai Kartanegara, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Kartanegara, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kutai Kartanegara, Yayasan BOS, Yayasan RASI dan GIZ Promangrove Peat






