
BKSDA Kalimantan Timur berhasil menyelamatkan Orangutan di area jalan hauling PT. KPC, di jalan poros Perdau - Wahau underpass Kepodang – Pama, Kutai Timur, Rabu 28 Januari 2026. Keberadaan orangutan ini diketahui melalui video yang beredar di media sosial terkait satwa Orangutan Kalimantan yang berada di pinggir jalan dan terlihat memegang sisa-sisa makanan (sampah), Tim gabungan yg terdiri dari Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi KSDA Wilayah II - BKSDA Kaltim, CAN (Conservation Action Network) dan COP (Centre for Orangutan Protection) bergerak menuju lokasi dan melakukan pemantauan sejak hari Selasa, 27/1/2026.
Tim memutuskan melakukan tindakan penyelamatan orangutan dengan menggiringnya menuju pepohonan supaya bisa naik pohon dan memperlancar proses rescue. Orangutan sempat berpindah-pindah, kemudian berdiam di tajuk pohon yang tidak terlalu tinggi, sementara itu tim rescue menyiapkan senapan bius dan membentangkan jaring di bawah satwa untuk proses penyelamatan. Tindakan pembiusan dilakukan untuk memudahkan proses pemeriksaan kesehatan dan translokasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan orangutan berada dalam kondisi sehat. Berdasarkan pengamatan fisik, usianya diperkirakan berkisar 18 hingga 20 tahun dan termasuk kategori jantan dewasa.

Meningkatnya laporan kemunculan orangutan di area pemukiman dan sekitar jalan dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi habitatnya yang menyempit. Untuk kasus di pemukiman, kondisi umumnya masih terkendali karena orangutan hanya mengambil buah-buahan milik warga.
Namun, situasi berbeda ketika orangutan mulai mencari makan di pinggir jalan dan area sampah. Kondisi tersebut dinilai sebagai indikasi awal perubahan perilaku yang perlu segera direspons karena biasa mencari makan dalam hutan, sekarang orangutan mencari makan di pinggir jalan.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa satwa liar yang mendekati jalan atau permukiman sering dipicu oleh keberadaan sampah dan berkurangnya habitat alami. Kepala Balai KSDA Kalimantan Timur M. Ari Wibawanto, S.Hut., M.Sc. menghimbau untuk kita bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak memberi makan satwa liar, mengelola sampah dengan baik, serta segera melapor ke call center BKSDA Kaltim apabila menemukan satwa dilindungi di luar habitatnya. (Na)






