

Pemasangan papan informasi di Jembatan koridor satwa bertujuan sebagai media edukasi, peringatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta kelestarian satwa liar.
Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan, pengambilan data, serta perawatan kamera trap untuk memastikan alat berfungsi optimal dalam mendukung kegiatan monitoring. Kamera trap menjadi salah satu sarana yang biasa digunakan untuk mendapatkan data potensi keanekaragaman hayati khususnya satwa liar. Dari hasil pengecekan kamera trap, terekam adanya satwa liar yang melintas di koridor tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa jalur koridor aktif dimanfaatkan satwa sebagai penghubung antar habitat dan memiliki peran penting dalam menjaga konektivitas ekosistem.
Temuan ini menjadi penguat bahwa upaya perlindungan dan pemantauan yang dilakukan secara berkala sangat diperlukan guna mendeteksi potensi gangguan serta memastikan kawasan tetap aman bagi satwa liar.
Kepala Balai KSDA kalimantan Timur M. Ari Wibanto, S.Hut., M.Sc. berpesan mari terus melestarikan ruang hidup satwa liar dan warisan alam bagi generasi mendatang.





